RSS

RISET BISNIS BAB 5


Sumber Data

Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapatdiperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka
sumber data disebut responden (= orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan). Apabila menggunakan observasi, maka sumber datanya bias berupa benda, gerak atau proses sesuatu. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatan yang menjadi sumber data.

Sumber data penelitian terdiri atas sumber data sekunder dan primer data sekunder.

1. Data Primer
Data primer adalah suatu data yang berasal dari pihak yang bersangkutan atau langsung diperoleh dari responden yaitu pihak pengusaha dan aparat pemerintahan. Pengambilan data primer ini dilakukan dengan metode Purposive random Sampling”.

Pengumpulan Data Primer
Untuk mengumpulkan data primer diperlukan metode dan instrumen tertentu. Secara prinsip ada dua metode pengumpulan data primer, yaitu: pengumpulan data secara pasif dan pengumpulan data secara aktif. Perbedaan antara kedua metode tersebut ialah: yang pertama meliputi observasi karaktersitik-karakteristik elemen-elemen yang sedang dipelajari dilakukan oleh manusia atau mesin; sedang yang kedua meliputi pencarian responden yang dilakukan oleh manusia ataupun non-manusia. Koleksi data secara pasif bermanfaat untuk mendapatkan data dari manusia ataupun tipe elemen
studi lainnya. Kegiatannya meliputi melakukan observasi terhadap karaktersitik karakteristik tertentu indivual, obyek, organisasi dan entitas lainnya yang menarik untuk kita teliti.. Koleksi data secara aktif memerlukan responden dalam mendapatkan data..
Dalam pencarian data primer ada tiga dimensi penting yang perlu diketahui, yaitu: kerahasiaan, struktur dan metode koleksi. Pertama, kerahasiaan mencakup mengenai apakah tujuan penelitian untuk diketahui oleh responden atau tidak. Merahasiakan tujuan penelitian dilakukan untuk tujuan agar para responden tidak memberikan jawaban-jawaban yang bias dari apa yang kita harapkan. Kedua, struktur berkaitan dengan tingkat formalitas (resmi), atau pencarian data dilakukan secara terstruktur atau tidak terstruktur. Pencarian dilakukan secara terstruktur jika peneliti dalam mencari data dengan menggunakan alat, misalnya kuesioner dengan pertanyaan
yang sudah dirancang secara sistematis, dan sangat terstruktur baik itu dilakukan secara tertulis ataupun lisan. Sebaliknya pencarian dapat dilakukan dengan cara tidak terstruktur, jika instrumennya dibuat tidak begitu formal atau terstruktur. Ketiga, metode koleksi menunjuk pada sarana untuk mendapatkan data.

Metode Pengumpulan Data Primer Secara Pasif
Metode pengumpulan data primer dapat dilakukan oleh manusia atau mesin. Jika dilakukan oleh
manusia dapat berbentuk 1) terstruktur dan bersifat rahasia, 2) terstruktur dan bersifat terbuka,
3) tidak terstruktur dan bersifat rahasia, dan 4) tidak terstruktur dan bersifat terbuka. Pembagian
yang sama jika dilakukan oleh mesin.

Metode Pengumpulan Data yang Dilaksanakan oleh Manusia

1) Terstruktur dan Bersifat Rahasia: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara terstruktur atau resmi dan responden tidak diberi informasi
mengenai tujuan penelitian yang dilakukan. Sekalipun demikian pihak peneliti biasanya
memberikan informasi mengenai tema atau topik yang akan diteliti agar pihak responden
tidak bias dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner.

2) Terstruktur dan Bersifat Terbuka: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara terstruktur atau tingkat keformalannya tinggi dan
responden biasanya diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan. Tujuannya
ialah agar responden memberikan jawaban yang sesuai dengan tujuan penelitian dan tidak
menyimpang yang dapat mengakibatkan bias hasil penelitian dikarenakan tidak cocoknya
data yang diperoleh.

3) Tidak Terstruktur dan Bersifat Rahasia: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi dan responden tidak
diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan. Perbedaan dengan metode
pertama ialah terletak pada sifat keformalan dalam proses pengumpulan data di lapangan.
Hal ini akan berdampak secara psikologis memberikan keleluasaan pada responden dalam
memberikan jawaban-jawaban pertanyaan yang diberikan.

4) Tidak Terstruktur dan Bersifat Terbuka: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi tetapi pihak peneliti
memberikan informasi secara terbuka mengenai tujuan penelitiannya sehingga responden
dapat secara jelas mengetahui arah penelitiannya dan ini kan mempengaruhi repsonden
dalam memberikan jawaban setiap pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

Metode Pengumpulan Data Primer Secara Aktif
Metode pengumpulan data primer secara aktif meliputi beberapa diantaranya a) wawancara secara langsung dengan repsonden, b) wawancara dengan responden melalui telepon, c)wawancara dengan menggunakan surat, d) wawancara dengan menggunakan surat elektronik.

a. Wawancara Secara Langsung dengan Responden: wawancara ini dilakukan secara langsung muka dengan muka antara pewawancara dengan responden dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan penelitian yang sedang dilakukan. Pewawancara sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan secara tertulis sehingga pada saat melakukan wawancara yang bersangkutan tinggal membacakan dihadapan responden. Sebaiknya dalam melakukan wawancara bangunlah hubungan yang tidak resmi agar responden merasa lebih leluasa dan enak dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.. Ada dua teknik dalam melakukan wawancara, yaitu wawancara secara mendalam (depth interview) dan kelompok terfokus (focus group). Teknik pertama merupakan teknik yang digunakan untuk menanyai responden secara perseorangan dan dilakukan secara intensif dan mendalam dalam menjawab hal-hal yang ditanyakan kepadanya. Teknik kedua merupakan teknik mewawancarai sekelompok orang yang dikumpulkan dalam suatu ruangan dan dipandu oleh pewawancara yang mengarahkan diskusi para responden mencakup jawaban
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada mereka. Kedua teknik tersebut biasanya
menggunakan metode terbuka dan pertanyaan yang tidak terstruktur.
Untuk dapat melakukan wawancara yang berhasil dengan baik, maka dituntut adanya halhal sebagai berikut:
 1) akses, artinya pewawancara harus mempunyai akses dengan calon yang akan   diwawancarai sehingga wawancara dapat berlangsung dengan baik;
2) kepercayaan dan maksud baik, artinya kedua pihak baik peneliti atau yang diteliti sebaiknya
dapat membangun kepercayaan dan dilandasi dengan maksud baik dalam pelaksanaan
wawancara. Hal ini akan menumbuhkan rasa bangga bagi responden yang diwawancarinya, bahwa dia dipercaya untuk dimintai informasi atau data yang dibutuhkan oleh peneliti;
3)keahlian, artinya bahwa pihak pewawancara harus mempunyai keahlian dalam melakukan wawancara secara baik dan komunikatif sehingga responden dapat memahami dengan baik apa yang ditanyakan kepadanya.
 4)motivasi, artinya pewawancara sebaiknya mempunyai motivasi untuk melakukan wawancara dengan baik dan juga sebaliknya responden mempunyai motivasi untuk diwawancarai pula. Dalam usahanya peneliti membangkitkan motivasi responden dapat dilakukan taktik sebagai berikut:
1) wujudkan kondisi yang membuat privasi responden tidak terganggu; 2) usahakan
pewawancara mengetahui nama responden; 3) jagalah netralitas; 4) jaga kerahasiaan
jawaban dan identitas responden; 5) pewawancara lebih baik banyak mendengar; 6) jangan memperpanjang pertanyaan-pertanyaan yang bersifat sensitive; 7) beritahu responden bagaimana mereka dapat dipilih sebagai orang yang akan diwawancari dan sebutkan alasannya; dan 8) kenalkan secara jelas siapa diri kita (pewawancara) dan organisasinya dengan jelas.

b) Wawancara Melalui Telepon: wawancara menggunakan telepon dapat didefinisikan
sebagai komunikasi antara pewawancara dengan responden dengan menggunakan media telepon.
Metode yang digunakan dapat terbuka atau rahasia tetapi jenis pertanyaannya sebaiknya menggunakan tipe terstruktur karena wawancara dengan menggunakan telepon dilakukan dengan cepat, terbatas waktunya, dan tidak ada tatap muka secara langsung sehingga menimbulkan suasana yang bersifat formal. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah data dapat dikumpulkan secara cepat dan efisien.
Kelemahan metode ini ialah tidak semua orang mempunyai telepon, hal ini mengakibatkan pemilihan responden hanya didasarkan pada kepemilikan telepon saja. Karena kita tidak berhadapan muka dengan muka ada kemungkinan orang yang kita wawancarai berbeda dengan yang kita maksudkan.

c) Wawancara Melalui Surat: teknik ini dapat didefinisikan sebagai pencarian informasi dengan menggunakan kuesioner yang dikirim kepada responden melalui surat . Keuntungan menggunakan media surat ini ialah peneliti dapat menanyakan banyak hal, responden mempunyai waktu untuk menjawab setiap pertanyaan. Kelemahan teknik ini ialah memakan waktu yang lama untuk mendapatkan kembali kuesioner yang sudah diisi, bahkan kadang jika kita mendapatkan responden yang malas menulis surat , kuesioner tersebut tidak akan dikirim kembali kepada kita. Kelemahan lainnya ialah karena kita tidak melakukan kontak langsung, jawaban yang ditulis dapat dikerjakan oleh orang yang bukan kita maksudkan.

d) Wawancara dengan Mesin: perkembangan teknologi memungkinkan peneliti melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikirim melalui email (electronic mail) kepada responden. Teknik ini banyak dipakai dalam penelitian bisnis. Keuntungan teknik ini ialah peneliti dapat menjangkau responden yang jauh lokasinya bahkan beda kota ataupun negara. Kelemahan teknik ini ialah tidak semua orang mempunyai alamat email dan komputer yang tersambung dengan jaringan Internet.

d. Perbandingan Metode-Metode Pengambilan Data Primer Secara Aktif

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-data
yang telah ada, selanjutnya dilakukan proses analisa dan interpretasi terhadap data-data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian. Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1) Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang
akan diteliti?
2) Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang
kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.

Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut:

a. Pemahaman Masalah:Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk
memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita akan melakukan penelitian dalam suatu perusahaan, perusahaan menyediakan company profile atau data administrative lainnya yang dapat kita gunakan sebagai pemicu untuk memahami persoalan yang muncul dalam perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah penelitian.

b. Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada data sekunder yang tersedia,kita dapat mengetahui komponen-komponen situasi lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini akan menjadi lebih mudah bagi peneliti untuk memahami persoalan yang akan diteliti, khususnya mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai pengalaman-pengalaman yang mirip dengan persoalan yang akan diteliti

c. Formulasi Alternative-Alternative Penyelesaian Masalah yang LayakSebelum kita
mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti.. Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka peneyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah.

d. Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja.
Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi internal dan / atau lokasi eksternal. Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita perlu menentukan tipe strategi pencarian; kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia informasi ataupun database yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti. Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan dilakukan agar kita hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai dapat kita abaikan. Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat dilaksanakan. Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data.. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah yang akan kita teliti. Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk menjawab masalah yang kita teliti. Jika data dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan,
maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi yang sama. Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh karena itu kita
memerlukan metode tertentu. Cara-cara pengambilan data dapat dilakukan secara a) manual,
b) online dan
c) kombinasi manual dan online.

a. Pencarian Secara Manual
Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online. Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada. Cara yang paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literature yang sesuai dengan persoalan yang akan diteliti. Data sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu data internal__ data yang sudah tersedia di lapangan; dan data eksternal__ data yang dapat diperoleh dari berbagai sumber lain.

*) Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal dari database khusus dan database umum. Data base khusus biasanya berisi informasi penting perusahaan yang biasanyan dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi, keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut. Data jenis ini akan banyak membantu dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita teliti di perusahaan tersebut.
Sebaliknya, database umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh diketahui oleh umum. Data jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor / perusaahaan atau disimpan dalam komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data umum lainnya.

*) Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya data ini
tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan, dan biasanya sudah dalam bentuk standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus, buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya.

b. Pencarian Secara Online
Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun non-bisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data. Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya ialah:
a)    hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk didepan komputer,
b)     ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu,
c)    Kesesuaian: peneliti dapat mencari
sumber-sumber data dan informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, d)hemat biaya: dengan menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat biaya.

Kriteria Dalam Mengevaluasi Data Sekunder .Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut:
Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat
kita peroleh pada saat diutuhkan. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah
kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita.
Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan dengan
kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.
Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat
mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya?
Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk
mengumpulkan data tersebut?
Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh
lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunaknnya.
Keuntungan Penelitian Sekunder
____ Murah
____ Data dapat dikumpulkan/didapatkan dengan cepat
____ Dapat belajar dan mengerti kejadian di waktu lampau
____ Akan dapat meningkatkan pengetahuan melalui replication dan menambah jumlah
sampel
____ Pada penelitian sosial, dapat memahami perubahan social (social change)
Kerugian Penelitian Sekunder
____ Keakuratan data tidak terjamin _ hasil interpretasi peneliti sebelumnya
____ Data yang tersedia kadang tidak sesuai dengan kebutuhan
____ Unit pengukuran yang berbeda
____ Usang (tidak up-to-date)

RISET BISNIS BAB 4


Pemilihan Data (Sampel) Penelitian

1. Populasi dan Sampel

Populasi yaitu sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai
karakteristik tertentu. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian anggota populasi disebut dengan elemen populasi. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau disebut studi populasi, atau juga studi sensus.Sampel, jika hanya ingin meneliti sebagian dari populasi, maka penelitiannya disebut penelitian sampel.

Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Berdasarkan hasil sampel, peneliti kemudian menarik kesimpulan dalam sampel sebagai kesimpulan penelitian yang berlaku bagi populasi.

2. Prosedur Pemilihan Sampel

Beberapa faktor yang menjadi alasan kenapa peneliti melakukan penelitian sampel
daripada sensus (populasi) adalah :

1. Jika jumlah elemen populasi-nya terlalu banyak, peneliti tidak akan mungkin
    mengumpulkan seluruhnya karena butuh tenaga dan biaya yang relatif mahal.
2. Kualitas data yang dihasilkan oleh penelitian sampel seringkali lebih baik
   dibandingkan dengan hasil sensus.
3. Proses penelitian sampel relatif lebih cepat.
4. Alasan lain, adalah jika dilakukan penelitian yang memerlukan pengujian yang
    bersifat merusak.

Agar diperoleh sampel yang representatif peneliti perlu menggunakan prosedur
pemilihan sampel yang sistematis. Tahapannya adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi populasi target
2. Memilih kerangka pemilihan sampel
3. Menentukan metode pemilihan sampel
4. Merencanakan prosedur penentuan unit sampel
5. Menentukan ukuran sampel
6. Menentukan unit sampel

3. Metode Pemilihan Sampel Probabilitas dan Non-Probabilitas
Metode Pemilihan Sampel Probabilitas
Pengambilan sampel probabilitas/acak adalah suatu metode pemilihan sampel dimana
setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota
sampel. Dari beberapa cara pengambilan sampel dengan metode ini, tiga diantaranya
adalah sebagai berikut :

1. Cara acak sederhana (Simple Random Sampling)
Pengambilan sampel dengan teknik ini terdiri dari beberapa cara, salah
satu diantaranya adalah cara sistematis/ordinal. Cara sistematis/ordinal
merupakan teknik untuk memilih anggota sampel melalui peluang dan
teknik dimana pemilihan anggota sampel dilakukan setelah terlebih dahulu
dimulai dengan pemilihan secara acak untuk data pertamanya.

2. Cara Stratifikasi (Stratified Random Sampling)
Suatu populasi yang dianggap heterogen menurut suatu karakteristik
tertentu dikelompokan dalam beberapa sub-populasi, sehingga tiap
kelompok akan memiliki anggota sampel yang relatif homogen
(keragaman antar populasi tinggi sedangkan antar strata/sub-populasi
rendah). Lalu dari tiap sub-populasi ini secara acak diambil anggota
sampelnya.

3. Cara Cluster (Cluster Sampling)
Merupakan teknik pengambilan sampel dari beberapa kelompok populasi
secara acak, kemudian mengambil semuanya atau sebagian dari setiap
kelompok yang terpilih untuk dijadikan sampel. Pengambilan sampel
cluster mirip dengan cara stratifikasi, bedanya jika cara stratifikasi
menghasilkan kelompok yang unsur – unsurnya homogen maka dengan
cara cluster unsur – unsurnya menjadi heterogen.
Metode Pemilihan Sampel Non-probabilitas
Dengan cara ini semua elemen populasi belum tentu memiliki peluang yang sama
untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara ini juga sering disebut sebagai
pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan, karena dalam pelaksanaanya pe-riset
menggunakan pertimbangan tertentu.

Berikut ini lima macam teknik sampling non-probabilitas :

1). Cara Keputusan (Judgment Sampling)
Sampling diambil berdasarkan kriteria yang telah dirumuskan terlebih
dahulu oleh peneliti. Cara ini lebih cocok dipakai pada saat tahap awal
studi eksploratif.
2). Cara Dipermudah (Convinience Sampling)
Sampel dipilih karena ada ditempat dan waktu yang tepat. Penggunaan
sampling ini biasa digunakan pada awal penelitian eksploratif untuk
mencari kondisi awal yang menarik.
3). Cara Kouta (Quota Sampling)
Quota Sampling adalah metode memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri
tertentu dalam jumlah atau quota yang diinginkan, teknik ini sangat mudah
dan cepat digunakan namun penentuan sampel cenderung subyektif.
4). Cara Bola Salju (Snowball Sampling)
Cara ini adalah teknik penentuan sampel yang mula – mula jumlahnya
kecil namun kemudian sampel diajak untuk memilih responden lain untuk
dijadikan sampel lagi, begitu seterusnya hingga jumlah sampel menjadi
banyak.
5). Area Sampling
Pada prinsipnya cara ini menggunakan “perwakilan bertingkat”. Populasi
dibagi atas beberapa bagian populasi, dimana bagian populasi ini dapat
dibagi – bagi lagi.

4. Penentuan Ukuran Sampel
Ukuran sample tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya ialah:

a. Homogenitas unit-unit sample: secara umum semakin mirip unit-unit sampel;
dalam suatu populasi semakin kecil sample yang dibutuhkan untuk memperkirakan
parameter-parameter populasi.

b. Kepercayaan: kepercayaan mengacu pada suatu tingkatan tertentu dimana peneliti
ingin merasa yakin bahwa yang bersangkutan memperkirakan secara nyata parameter
populasi yang benar. Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diingnkan, maka
semakin besar ukuran sample yang diperlukan.

c. Presisi: presisi mengacu pada ukuran kesalahan standar estimasi. Unutk
mendapatkan presisi yang besar dibutuhkan ukuran ssmpel yang besar pula.

d. Kekuatan Statsitik: istilah ini mengacu pada adanya kemampuan mendeteksi
perbedaan dalam situasi pengujian hipotesis. Untuk mendpatkan kekuatan yang
tinggi, peneliti memerlukan sample yang besar.

e. Prosedur Analisa: tipe prosedur analisa yang dipilih untuk analisa data dapat juga
mempengaruhi seleksi ukuran sample.

f. Biaya, Waktu dan Personil: Pemilihan ukuran sample juga harus
memeprtimbangkan biaya, waktu dan personil. Sample besar akan menuntut biaya
besar, waktu banyak dan personil besar juga.
Ada bermacam – macam cara untuk menentukan ukuran sampel dari suatu populasi,
baik untuk ukuran populasi yang diketahui maupun yang tidak diketahui (atau terlalu
besar).

1. Rumus Slovin
Untuk menentukan berapa minimal sampel yang dibutuhkan jika ukuran
populasi diketahui, dapat digunakan rumus slovin.
N


 
n = 1 + N e2

Dimana :
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = kelonggaran ketidak-telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat di
      tolerir, misalnya 2%.

2. Cara Interval Takisiran
Jika ukuran populasi tidak diketahui atau sangat besar, maka rumus yang
dipakai yakni rumus untuk menaksir parameter   dan parameter P. Alat analisis yang
digunakan untuk menyesuaikan sampel adalah alat analisis Chi-Square yang menuntut
jumlah observasi tertentu.


Menaksir parameter rata - rata

X – Za/2 ( σ/√n) <   < X + Za/2 (σ/√n)

Menaksir parameter proporsi P
P } Za/2 √(p.q/n)