Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subyek
dari mana data dapatdiperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau
wawancara dalam pengumpulan datanya, maka
sumber data disebut responden (= orang yang
merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis
maupun lisan). Apabila menggunakan observasi, maka sumber datanya bias berupa
benda, gerak atau proses sesuatu. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi,
maka dokumen atau catatan yang menjadi sumber data.
Sumber data penelitian terdiri atas sumber
data sekunder dan primer data sekunder.
1. Data Primer
Data primer adalah suatu data yang berasal
dari pihak yang bersangkutan atau langsung diperoleh dari responden yaitu pihak
pengusaha dan aparat pemerintahan. Pengambilan data primer ini dilakukan dengan
metode “Purposive random Sampling”.
Pengumpulan Data Primer
Untuk mengumpulkan data primer diperlukan
metode dan instrumen tertentu. Secara prinsip ada dua metode pengumpulan data
primer, yaitu: pengumpulan data secara pasif dan pengumpulan data secara aktif.
Perbedaan antara kedua metode tersebut ialah: yang pertama meliputi observasi
karaktersitik-karakteristik elemen-elemen yang sedang dipelajari dilakukan oleh
manusia atau mesin; sedang yang kedua meliputi pencarian responden yang
dilakukan oleh manusia ataupun non-manusia. Koleksi data secara pasif
bermanfaat untuk mendapatkan data dari manusia ataupun tipe elemen
studi lainnya. Kegiatannya meliputi
melakukan observasi terhadap karaktersitik karakteristik tertentu indivual,
obyek, organisasi dan entitas lainnya yang menarik untuk kita teliti.. Koleksi data
secara aktif memerlukan responden dalam mendapatkan data..
Dalam pencarian data primer ada tiga
dimensi penting yang perlu diketahui, yaitu: kerahasiaan, struktur dan metode
koleksi. Pertama, kerahasiaan mencakup mengenai apakah tujuan penelitian untuk
diketahui oleh responden atau tidak. Merahasiakan tujuan penelitian dilakukan untuk
tujuan agar para responden tidak memberikan jawaban-jawaban yang bias dari apa
yang kita harapkan. Kedua, struktur berkaitan dengan tingkat formalitas
(resmi), atau pencarian data dilakukan secara terstruktur atau tidak
terstruktur. Pencarian dilakukan secara terstruktur jika peneliti dalam mencari
data dengan menggunakan alat, misalnya kuesioner dengan pertanyaan
yang sudah dirancang secara sistematis, dan
sangat terstruktur baik itu dilakukan secara tertulis ataupun lisan. Sebaliknya
pencarian dapat dilakukan dengan cara tidak terstruktur, jika instrumennya
dibuat tidak begitu formal atau terstruktur. Ketiga, metode koleksi menunjuk
pada sarana untuk mendapatkan data.
Metode Pengumpulan Data Primer
Secara Pasif
Metode pengumpulan data primer dapat
dilakukan oleh manusia atau mesin. Jika dilakukan oleh
manusia dapat berbentuk 1) terstruktur dan
bersifat rahasia, 2) terstruktur dan bersifat terbuka,
3) tidak terstruktur dan bersifat rahasia,
dan 4) tidak terstruktur dan bersifat terbuka. Pembagian
yang sama jika dilakukan oleh mesin.
Metode Pengumpulan Data yang
Dilaksanakan oleh Manusia
1) Terstruktur
dan Bersifat Rahasia: metode ini mempunyai
karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara terstruktur
atau resmi dan responden tidak diberi informasi
mengenai tujuan penelitian yang dilakukan.
Sekalipun demikian pihak peneliti biasanya
memberikan informasi mengenai tema atau
topik yang akan diteliti agar pihak responden
tidak bias dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner.
2) Terstruktur
dan Bersifat Terbuka: metode ini mempunyai
karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara terstruktur
atau tingkat keformalannya tinggi dan
responden biasanya diberi informasi
mengenai tujuan penelitian yang dilakukan. Tujuannya
ialah agar responden memberikan jawaban
yang sesuai dengan tujuan penelitian dan tidak
menyimpang yang dapat mengakibatkan bias
hasil penelitian dikarenakan tidak cocoknya
data yang diperoleh.
3) Tidak
Terstruktur dan Bersifat Rahasia: metode ini
mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara tidak
terstruktur atau kurang resmi dan responden tidak
diberi informasi mengenai tujuan penelitian
yang dilakukan. Perbedaan
dengan metode
pertama ialah terletak pada sifat
keformalan dalam proses pengumpulan data di lapangan.
Hal ini akan berdampak secara psikologis
memberikan keleluasaan pada responden dalam
memberikan jawaban-jawaban pertanyaan yang
diberikan.
4) Tidak
Terstruktur dan Bersifat Terbuka: metode ini
mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara tidak
terstruktur atau kurang resmi tetapi pihak peneliti
memberikan informasi secara terbuka
mengenai tujuan penelitiannya sehingga responden
dapat secara jelas mengetahui arah
penelitiannya dan ini kan mempengaruhi repsonden
dalam memberikan jawaban setiap pertanyaan
yang diajukan oleh peneliti.
Metode Pengumpulan Data Primer
Secara Aktif
Metode pengumpulan data primer secara aktif
meliputi beberapa diantaranya a) wawancara secara langsung dengan repsonden, b)
wawancara dengan responden melalui telepon, c)wawancara dengan menggunakan
surat, d) wawancara dengan menggunakan surat elektronik.
a. Wawancara
Secara Langsung dengan Responden: wawancara ini
dilakukan secara langsung muka dengan muka antara pewawancara dengan responden
dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan penelitian yang
sedang dilakukan. Pewawancara sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan secara
tertulis sehingga pada saat melakukan wawancara yang bersangkutan tinggal
membacakan dihadapan responden. Sebaiknya dalam melakukan wawancara bangunlah
hubungan yang tidak resmi agar responden merasa lebih leluasa dan enak dalam
menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.. Ada dua teknik dalam melakukan
wawancara, yaitu wawancara secara mendalam (depth
interview)
dan kelompok terfokus (focus
group). Teknik pertama merupakan teknik yang digunakan
untuk menanyai responden secara perseorangan dan dilakukan secara intensif dan mendalam
dalam menjawab hal-hal yang ditanyakan kepadanya. Teknik kedua merupakan teknik
mewawancarai sekelompok orang yang dikumpulkan dalam suatu ruangan dan dipandu
oleh pewawancara yang mengarahkan diskusi para responden mencakup jawaban
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada
mereka. Kedua teknik tersebut biasanya
menggunakan metode terbuka dan pertanyaan
yang tidak terstruktur.
Untuk dapat melakukan wawancara yang
berhasil dengan baik, maka dituntut adanya halhal sebagai berikut:
1)
akses, artinya pewawancara harus mempunyai akses dengan calon yang akan diwawancarai sehingga wawancara dapat
berlangsung dengan baik;
2) kepercayaan dan maksud baik, artinya
kedua pihak baik peneliti atau yang diteliti sebaiknya
dapat membangun kepercayaan dan dilandasi
dengan maksud baik dalam pelaksanaan
wawancara. Hal ini akan menumbuhkan rasa
bangga bagi responden yang diwawancarinya, bahwa dia dipercaya untuk dimintai
informasi atau data yang dibutuhkan oleh peneliti;
3)keahlian, artinya bahwa pihak pewawancara
harus mempunyai keahlian dalam melakukan wawancara secara baik dan komunikatif
sehingga responden dapat memahami dengan baik apa yang ditanyakan kepadanya.
4)motivasi, artinya pewawancara sebaiknya
mempunyai motivasi untuk melakukan wawancara dengan baik dan juga sebaliknya
responden mempunyai motivasi untuk diwawancarai pula. Dalam usahanya peneliti
membangkitkan motivasi responden dapat dilakukan taktik sebagai berikut:
1) wujudkan kondisi yang membuat privasi
responden tidak terganggu; 2) usahakan
pewawancara mengetahui nama responden; 3)
jagalah netralitas; 4) jaga kerahasiaan
jawaban dan identitas responden; 5)
pewawancara lebih baik banyak mendengar; 6) jangan memperpanjang
pertanyaan-pertanyaan yang bersifat sensitive; 7) beritahu responden bagaimana
mereka dapat dipilih sebagai orang yang akan diwawancari dan sebutkan alasannya;
dan 8) kenalkan secara jelas siapa diri kita (pewawancara) dan organisasinya dengan
jelas.
b) Wawancara Melalui Telepon:
wawancara menggunakan telepon dapat didefinisikan
sebagai komunikasi antara pewawancara
dengan responden dengan menggunakan media telepon.
Metode yang digunakan dapat terbuka atau
rahasia tetapi jenis pertanyaannya sebaiknya menggunakan tipe terstruktur
karena wawancara dengan menggunakan telepon dilakukan dengan cepat, terbatas
waktunya, dan tidak ada tatap muka secara langsung sehingga menimbulkan suasana
yang bersifat formal. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah data dapat
dikumpulkan secara cepat dan efisien.
Kelemahan metode ini ialah tidak semua
orang mempunyai telepon, hal ini mengakibatkan pemilihan responden hanya
didasarkan pada kepemilikan telepon saja. Karena kita tidak berhadapan muka
dengan muka ada kemungkinan orang yang kita wawancarai berbeda dengan yang kita
maksudkan.
c) Wawancara Melalui Surat: teknik
ini dapat didefinisikan sebagai pencarian informasi dengan menggunakan
kuesioner yang dikirim kepada responden melalui surat . Keuntungan menggunakan
media surat ini ialah peneliti dapat menanyakan banyak hal, responden mempunyai
waktu untuk menjawab setiap pertanyaan. Kelemahan teknik ini ialah memakan waktu
yang lama untuk mendapatkan kembali kuesioner yang sudah diisi, bahkan kadang
jika kita mendapatkan responden yang malas menulis surat , kuesioner tersebut
tidak akan dikirim kembali kepada kita. Kelemahan lainnya ialah karena kita
tidak melakukan kontak langsung, jawaban yang ditulis dapat dikerjakan oleh
orang yang bukan kita maksudkan.
d) Wawancara dengan Mesin: perkembangan
teknologi memungkinkan peneliti melakukan wawancara dengan menggunakan
kuesioner yang dikirim melalui email (electronic mail) kepada responden. Teknik
ini banyak dipakai dalam penelitian bisnis. Keuntungan teknik ini ialah peneliti
dapat menjangkau responden yang jauh lokasinya bahkan beda kota ataupun negara.
Kelemahan teknik ini ialah tidak semua orang mempunyai alamat email dan
komputer yang tersambung dengan jaringan Internet.
d. Perbandingan Metode-Metode
Pengambilan Data Primer Secara Aktif
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah merupakan pendekatan
penelitian yang menggunakan data-data
yang telah ada, selanjutnya dilakukan
proses analisa dan interpretasi terhadap data-data tersebut sesuai dengan
tujuan penelitian. Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu
melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. identifikasi dapat dilakukan
dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1) Apakah kita memerlukan data sekunder
dalam menyelesaikan masalah yang
akan diteliti?
2) Data sekunder seperti apa yang kita
butuhkan? Identifikasi data sekunder yang
kita butuhkan akan membantu mempercepat
dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.
Data sekunder dapat dipergunakan untuk
hal-hal sebagai berikut:
a. Pemahaman Masalah:Data sekunder dapat
digunakan sebagai sarana pendukung untuk
memahami masalah yang akan kita teliti.
Sebagai contoh apabila kita akan melakukan penelitian dalam suatu perusahaan,
perusahaan menyediakan company profile atau data administrative lainnya yang
dapat kita gunakan sebagai pemicu untuk memahami persoalan yang muncul dalam perusahaan
tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah penelitian.
b. Penjelasan Masalah: Data sekunder
bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan menjadi lebih operasional dalam
penelitian karena didasarkan pada data sekunder yang tersedia,kita dapat
mengetahui komponen-komponen situasi lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini akan
menjadi lebih mudah bagi peneliti untuk memahami persoalan yang akan diteliti, khususnya
mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai pengalaman-pengalaman yang mirip
dengan persoalan yang akan diteliti
c. Formulasi Alternative-Alternative
Penyelesaian Masalah yang LayakSebelum kita
mengambil suatu keputusan, kadang kita
memerlukan beberapa alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam
memunculkan beberapa alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah
yang akan diteliti.. Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan,
maka peneyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah.
d. Solusi Masalah: Data sekunder disamping
memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data
sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak
jarang persoalan yang akan kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya
didasarkan pada data sekunder saja.
Kita perlu memilih metode pencarian data
sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual atau dilakukan secara online.
Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan strategi pencarian
dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi internal
dan / atau lokasi eksternal. Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita
perlu menentukan tipe strategi pencarian; kemudian kita memilih layanan-layanan
penyedia informasi ataupun database yang cocok dengan masalah yang akan kita
teliti. Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah
berikutnya ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan
dilakukan agar kita hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang
yang tidak sesuai dapat kita abaikan. Setelah proses penyaringan selesai, maka
pengumpulan data dapat dilaksanakan. Data yang telah terkumpul perlu kita
evaluasi terlebih dahulu, khususnya berkaitan dengan kualitas dan kecukupan
data.. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah
data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah
yang akan kita teliti. Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan
data tersebut untuk menjawab masalah yang kita teliti. Jika data dapat
digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan,
maka tindakan selanjutnya ialah
menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan untuk
menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi
yang sama. Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan,
oleh karena itu kita
memerlukan metode tertentu. Cara-cara
pengambilan data dapat dilakukan secara a) manual,
b) online dan
c) kombinasi manual dan online.
a. Pencarian Secara Manual
Sampai saat ini masih banyak organisasi,
perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses
secara online. Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara
manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu
metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi,
atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada. Cara yang paling efisien ialah
dengan melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literature yang
sesuai dengan persoalan yang akan diteliti. Data sekunder dari sudut pandang
peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu data internal__ data yang
sudah tersedia di lapangan; dan data eksternal__ data yang dapat diperoleh dari
berbagai sumber lain.
*) Lokasi Internal: Lokasi internal dapat
dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal dari database khusus dan
database umum. Data base khusus biasanya berisi informasi penting perusahaan
yang biasanyan dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi,
keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui
oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut. Data jenis ini akan banyak
membantu dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan
kita teliti di perusahaan tersebut.
Sebaliknya, database umum berisi data yang
tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh diketahui oleh umum. Data
jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor / perusaahaan atau
disimpan dalam komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari
luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah
mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan
data-data umum lainnya.
*) Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat
dicari dengan mudah karena biasanya data ini
tersimpan di perpustakaan umum,
perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas, biro pusat
statistik dan asosiasi perdagangan, dan biasanya sudah dalam bentuk standar
yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi,
kamus, buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya.
b. Pencarian Secara Online
Dengan berkembangnya teknologi Internet
maka munculah banyak data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun
non-bisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang
menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun non-bisnis. Tujuannya
ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data.
Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya
ialah:
a)
hemat waktu: karena kita dapat melakukan
hanya dengan duduk didepan komputer,
b)
ketuntasan:
melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas informasi
yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu,
c)
Kesesuaian: peneliti dapat mencari
sumber-sumber data dan informasi yang
sesuai dengan mudah dan cepat, d)hemat biaya: dengan menghemat waktu dan cepat
dalam memperoleh informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat biaya.
Kriteria Dalam Mengevaluasi Data Sekunder .Ketepatan
memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut:
Waktu Keberlakuan: Apakah
data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat
kita peroleh pada saat diutuhkan. Jika saat
dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah
kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan
digunakan lagi untuk penelitian kita.
Kesesuaian: Apakah data
sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan dengan
kemampuan data untuk digunakan menjawab
masalah yang sedang diteliti.
Ketepatan: Apakah kita dapat
mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat
mempengaruhi ketepatan data, misalnya
apakah sumber data dapat dipercaya?
Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau
metode apa yang digunakan untuk
mengumpulkan data tersebut?
Biaya: Berapa besar biaya
untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh
lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak
perlu menggunaknnya.
Keuntungan Penelitian Sekunder
____ Murah
____ Data
dapat dikumpulkan/didapatkan dengan cepat
____ Dapat
belajar dan mengerti kejadian di waktu lampau
____ Akan
dapat meningkatkan pengetahuan melalui replication dan menambah jumlah
sampel
____ Pada
penelitian sosial, dapat memahami perubahan social (social change)
Kerugian Penelitian Sekunder
____ Keakuratan
data tidak terjamin _ hasil
interpretasi peneliti sebelumnya
____ Data
yang tersedia kadang tidak sesuai dengan kebutuhan
____ Unit
pengukuran yang berbeda
____ Usang
(tidak up-to-date)
0 komentar:
Posting Komentar